Variasi Hari-ke-Hari tiap Stasiun Pemantau Kota Surabaya dari data 9 tahun

Berikut adalah tabel hasil multilevel regresi untuk variasi hari-ke-hari data kualitas udara dari 5 stasiun pemantau di Kota Surabaya dari 2001-2009. Tabel berikut menyampaikan koefisien hari dengan Hari Senin sebagai referensi (di-nolkan), dengan maksud untuk mencari tahu sesi puncak tiap sesi (pagi dan sore) dari tiap hari. Terlebih dahulu kita mereview representasi tiap stasiun. Stasiun 1 di pusat kota (Taman Prestasi), Stasiun 2 di Utara Surabaya (Pabean Cantikan), Stasiun 3 di Sukomanunggal, Stasiun 4 di Gayungan (Masjid Al-Akbar), Stasiun 5 di Gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim (Sukolilo).

Kita simak NO morning dulu (indikator NO sesi pagi). Untuk Station 1: tampak sesi puncak pada hari Minggu lebih pagi daripada hari Senin, dan tampak juga ternyata Hari Jumat, sesi puncak paginya lebih siang dibanding hari-hari lain. Bisa jadi perspektif orang akan Hari Jumat, yaitu Hari Santai, sehingga mereka lebih siang berangkatnya. Di lain pihak, Hari Minggu sesi puncaknya paling pagi diantara Hari lain, bisa jadi karena rata-rata orang beraktivitas olahraga. Observasi Hari Minggu menjadi topik yang menarik karena terjadi juga di 4 Stasiun lainnya. Ini menyimpulkan bahwa Hari Minggu adalah hari beraktivitas penduduk kota. Paling tidak, menurut indikator NO menyatakan demikian. Selain itu, yang menarik lainnya adalah, selain Stasiun 1 (Taman Prestasi), ternyata di Stasiun 5 (Sukolilo), sesi puncak paginya paling siang dibanding hari lain. 3 Stasiun lainnya, 2, 3, dan 4 ternyata memiliki sesi puncak pagi lebih siang di hari yang sama yaitu Selasa. Bisa jadi karena Hari Senin adalah hari pertama kerja, dan Hari Selasa adalah hari setelah adaptasi, sehingga orang lebih siang berangkatnya. Dengan kata lain, ternyata daerah pusat kota (St 1), perdagangan (St 2), suburban area (St 3 dan 5), serta perumahan permukiman dan jalan tol (St 4), kompak memiliki sesi puncak paling paginya pada Hari Minggu. Bisa jadi karena aktivitas non rutin seperti olah raga dan rekreasi, yang tentunya perlu investigasi lebih lanjut.

Untuk NO sore, Hari Minggu adalah hari dimana sesi puncak sorenya paling malam dibanding hari lain (Stasiun 1, 2, dan 4), sedangkan 2 stasiun lain terletak pada hari Sabtu. Bisa disimpulkan berdasarkan indikator NO, ternyata pusat kota (Stasiun 1), daerah perdagangan (St 2), dan daerah perumahan dan jalan tol (St 4) sesi puncak sorenya terletak di Hari Minggu. Aktivitas Hari Minggu kemungkinan adalah aktivitas non rutin atau sifatnya rekreasi atau hiburan (St 1 dan 4) dan aktivitas perdagangan (St 2). Di lain pihak, kita juga bisa menyimpulkan bahwa suburban area (St 3 dan 5) ternyata sesi puncak sorenya terletak pada Hari Sabtu, yang bisa jadi aktivitas non rutinnya terletak pada Hari Sabtu.

Kita beranjak ke NO2 indikator untuk sesi pagi. Ternyata, hasilnya sinkron dengan hasil NO, dimana di semua lokasi atau zona, Hari Minggu adalah hari dimana sesi puncaknya paling pagi dibanding hari lain. Untuk sesi sorenya, hasilnya kurang lebih berbeda dibanding dengan NO indikator. Zona suburban (St 3 dan 5) sesi puncak sorenya adalah Hari Minggu, padahal dengan indikator NO, sesi puncaknya adalah Hari Sabtu. Selain itu, zona pusat (St 1) kota sesi puncak sorenya adalah Hari Sabtu, berbeda dengan hasil indikator NO (Hari Minggu). Ini bisa jadi ada hubungannya dengan proses kimia antara NO dan NO2, dimana NO lebih reaktif daripada NO2, namun demikian perlu investigasi lebih lanjut untuk bahasan ini. Adapun zona perdagangan (St 2), perumahan dan aktivitas transportasi jalan bebas hambatan (St 4), hasilnya konsisten dengan indikator NO yaitu Hari Minggu.

Secara umum, hasil ini secara tidak langsung menunjukkan tidak meratanya pembangunan di Kota Surabaya dari segi urban sprawl-nya. Selain itu, dapat disimpulkan adanya perbedaan nyata kontribusi hari-ke-hari terhadap perbedaan sesi puncak pagi dan sore yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Dengan indikator NO pagi, sesi puncak pagi pada Hari Rabu, Jumat dan Minggu memiliki pengaruh signifikan terhadap sesi puncak pagi, namun hal ini tidak diperkuat oleh indikator NO2 dimana pengaruhnya signifikannya justru pada Hari Selasa, Sabtu dan Minggu. Untuk sesi sore, pengaruh Hari Jumat, Sabtu dan Minggu (NO indikator) sangat signifikan, kemungkinan karena pengaruh weekend, hal ini diperkuat oleh NO2 indikator, dimana selain Jumat, Sabtu dan Minggu, Hari Selasa dan Rabu ikut andil mempengaruhi waktu sesi puncak sore.

Tinggalkan komentar