{"id":197,"date":"2013-02-13T22:33:02","date_gmt":"2013-02-14T04:33:02","guid":{"rendered":"http:\/\/envirodiary.com\/id\/?p=197"},"modified":"2013-02-13T22:33:02","modified_gmt":"2013-02-14T04:33:02","slug":"layanan-analisa-kualitas-udara-ambien-dan-emisi-di-laboratorium-its","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/layanan-analisa-kualitas-udara-ambien-dan-emisi-di-laboratorium-its\/","title":{"rendered":"Layanan Analisa Kualitas Udara Ambien dan Emisi di Laboratorium ITS"},"content":{"rendered":"<p>Bagi anda yang ingin melakukan sampling udara baik emisi maupun ambien, ini ada beberapa laboratorium di ITS yang menyediakan jasa sampling. Informasi juga meliputi biaya dan kemampuan deteksi alat terhadap udara.<\/p>\n<p>1. Laboratorium Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengendalian Iklim<\/p>\n<p>Informasi lab dapat dilihat di:<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/enviro.its.ac.id\/laboratorium-udara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/enviro.its.ac.id\/laboratorium-udara<\/a><\/p>\n<p>Lab ini memiliki impinger manual yang dapat mengukur CO, NOx, SOx, O3, dan NH3.<\/p>\n<p>Selain itu, lab juga memiliki DHL meter dan Hygro-Thermo-Anemometer.<\/p>\n<p>Selain alat manual, lab juga memiliki portable sensor yang mudah dibawa kemana saja. Sensor ini mampu merekam secara kontinu. Polutan yang diukur adalah CO, NO2, SO2, NH3, O3.<\/p>\n<p>Untuk lebih jelasnya silakan kontak pengelola.<\/p>\n<p>2. Laboratorium Lingkungan ITS<\/p>\n<p>Informasi Laboratorium Lingkungan ITS sendiri dapat ditemui pada:<\/p>\n<p>http:\/\/lab-lingkungan.lppm.its.ac.id\/<\/p>\n<p>Data di bawah ini ada data per tahun 2012.<\/p>\n<p>Disini ada gas detector yang dapat mengukur CO2, NO, NO2, dan gas ambien lain. Informasi biaya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>Operator : Rp 400.000\/orang\/hari (1 hari ~ 8 jam)<br \/>\nBiaya sewa alat : Rp 2.280.000\/hari (1 hari ~ 8 jam)<br \/>\nPengukuran polutan : Rp 35.000\/titik\/polutan<br \/>\nAnemometer : Rp 600.000,-\/hari<\/p>\n<p>Biaya ini belum termasuk akomodasi. Akomodasi meliputi: kendaraan serta makan<\/p>\n<p>Kemampuan capture gas (posisi stabil) berkisar 10-15 menit per titik.<\/p>\n<p>2. Laboratorium Energi LPPM ITS<\/p>\n<p>Informasi Laboratorium Energi ITS dapat dijumpai pada link berikut ini:<\/p>\n<p>http:\/\/www.coe.its.ac.id\/index.php<\/p>\n<p>Alat yang tersedia adalah: alat ukur uji emisi (ECOM J2KN), serta Gas Sampler (RAC 5,merk NEWSTAR ENVIRONMENTAL). Namun perlu diperhatikan bahwa alat ini diperuntukkan untuk pengukuran emisi, bukan udara ambien. Dan alat-alat ini terinstall di dalam paket mobile, jadi alat-alat ini di dalam sebuah mobil.<\/p>\n<p>Biaya yang dibutuhkan adalah:<\/p>\n<p>Sewa alat : Rp 400.000\/jam (sudah termasuk operator)<br \/>\nSopir : RP 150.000\/hari (tapi mobil bisa disopiri sendiri)<\/p>\n<p>Kemampuan capture alat berkisar 5-10 menit pertitik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi anda yang ingin melakukan sampling udara baik emisi maupun ambien, ini ada beberapa laboratorium di ITS yang menyediakan jasa sampling. Informasi juga meliputi biaya dan kemampuan deteksi alat terhadap udara. 1. Laboratorium Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengendalian Iklim Informasi lab dapat dilihat di: http:\/\/enviro.its.ac.id\/laboratorium-udara Lab ini memiliki impinger manual yang dapat mengukur CO, NOx, &#8230; <a title=\"Layanan Analisa Kualitas Udara Ambien dan Emisi di Laboratorium ITS\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/envirodiary.com\/id\/layanan-analisa-kualitas-udara-ambien-dan-emisi-di-laboratorium-its\/\" aria-label=\"More on Layanan Analisa Kualitas Udara Ambien dan Emisi di Laboratorium ITS\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-197","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kualitas-udara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/envirodiary.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}